Memilih jurusan di perguruan tinggi
adalah kegiatan yang sangat memusingkan kepala dan menyerap banyak energi. Bukan
hanya anda, saya pun dahulu pernah mengalaminya. Orang bilang memilih jurusan
di perguruan tinggi itu lebih sulit daripada memilih jodoh, apapun itu, intinya
memilih jurusan itu sulit, setuju? Apalagi bagi orang yang merasa bahwa mereka tidak
mempunyai kelebihan atau kesenangan tertentu. Perlu dicatat sekarang bahwa “Semua orang mempunyai kelebihan dan
kesenangan” hanya saja orang itu yang belum tahu apa kelebihannya dan
kesenangannya tersebut. Mungkin karena kesibukannya atau mungkin juga karena
ketidakmauannya untuk bertanya kepada diri sendiri tentang hal tersebut.
Anda belum terlambat, karena anda
masih mempunyai waktu. Oke, mari kita mulai masuk kedalam materi. Jadi, di
perguruan tinggi baik itu baik universitas, institut dan lain sebagainya pasti
mempunyai banyak sekali pilihan jurusan-jurusan. Dampak postitf dari banyaknya
jurusan dari perguruan tinggi tersebut adalah
kita fokus kepada bidang ilmu yang kita tekuni. Misalnya anda mengambil
jurusan biologi, maka otomatis anda tidak lagi memikirkan tentang sejarah Indonesia,
akuntansi dan segalanya yang memusingkan bagi anda. Itu dampak positifnya. Tapi
dampak negatifnya adalah, kadang karena pilihan yang banyak tersebut, orang
menjadi sulit memutuskan untuk mengambil jurusan apa ketika akan kuliah di
perguruan tinggi. Mereka takut salah jurusan, takut salah bekerja, dan takut
yang lain. Intinya mereka takut akan sesuatu yang jika dipikir “diterima juga
belum kok udah takut”. Tapi saya mengucapkan selamat bagi anda-anda yang takut
akan hal itu semua, itu artinya anda masih peduli denga hidup anda, bahwa anda
ingin mempersembahkan yang terbaik bagi diri anda dan orangtua. Sekali lagi
saya ucapkan selamat. Jadi bagaimana cara memilih jurusan yang tepat agar
waktu, uang dan tenaga tidak terbuang sia-sia? Oke, sebelum kita masuk ke
bagian inti, anda harus setuju dengan aturan ini :
1.
“Semua
pekerjaan itu baik”
Banyak orang
ingin bekerja sebagai ini-itu karena terhormatnya, keren dan lain sebaginya.
Padahal teman-teman semua, semua
pekerjaan itu baik. Bekerja sebagai pembersih jalan, pembersih gedung,
tukang ojek, dan lain sebaginya juga termasuk pekerjaan yang baik, tanpa mereka
anda tidak bisa menikmati jalan yang bersih, gedung yang bersih. Jadi ubahlah
pandangan anda bahwa pekerjaan yang itu-itu saja yang baik, semua pekerjan itu
baik kok. Saya pernah berjumpa seorang bapak yang bekerja sebagai pembersih
suatu Sekolah Dasar (SD) dimana ibu saya mengajar, dalam benak saya terlintas
bahwa “yah, bekerja sebagai pembersih
sekolah, apa istimewanya”, tapi beberapa saat kemudian bapak itu melemparkan
senyum yang ikhlas tanpa beban kepada saya dan mengucapkan “monggo mas, sampun kepanggih kalih ibune?”, seketika saya seperti tersambar
petir disiang bolong, bagaimana tidak, seseorang yang saya anggap mohon maaf :
rendah, namun ternyata beliau sangat menghormati saya sebagai tamunya. Dan
seketika itu, pola pikir saya berubah 180 derajat, bahwa semua pekerjaan itu
baik dan terhormat kok. Daripada mereka yang memangku jabatan tinggi, berkantor,
menggunakan pakaian yang necis, namun namun ia terus mengeluh gajinya kurang
dan lain sebaginya. Anda pernah menjumpai orang seperti itu?
2.
Semua
pekerjaan ada plus dan minusnya. Tidak memilih pekerjaanpun ada plus dan
minusnya.
Aturan yang
kedua adalah : “Semua pekerjaan ada plus
dan minusnya. Tidak memilih pekerjaanpun ada plus dan minusnya” Kata-kata ini saya dapatkan ketika
saya membaca buku di perpustakaan sekolah. Ketika itu saya masih kelas 3 SMA
dan barangkali sama seperti anda : bingung akan memilih jurusan yang mana.
Betul sekali, semua pekerjaan pasti ada plus dan minusnya, dan ini yang
terpenting tidak memilih pekerjaanpun
ada plus dan minusnya. Hidup adalah pilihan, pilihlah pekerjaan yang memang
ingin kamu pilih, semua ada plus dan minusnya, tidak memilih pekerjaanpun ada
plus dan minusnya. Plusnya adalah anda mempunyai banyak waktu luang, tapi
minusnya adalah Jika tidak bekerja, anda mau makan pakai apa? Berwirausaha-pun
bekerja lho ya. Semua ada plus dan
minusnya.
Jika kita telah bersama-sama setuju
dengan pernyataan diatas, marilah kita mencari tahu bagaimana agar kita bisa
memilih jurusan yang memang benar-benar cocok untuk kita. Saya berikan gambaran
secara umumnya ya, jadi secara umum kegiatan pertama yang harus kita lakukan
adalah identifikasi minat dan bakat kita, setelah kita tahu apa minat dan bakat
kita, pilihlah jurusan yang ingin dimasuki, jika kita telah mantap dengan
beberapa pilihan jurusan yang kita masuki, ajukan ‘proposal’ jurusan yang kita
pilih kepada orangtua, mintalah pendapat beliau tentang hal tersebut, jika
telah mencapai kata setuju, berserahlah diri kepada Allah semoga jurusan yang
anda pilih memberi kebahagiaan pada hari esok. Amin. Mari kita bahas satu per
satu.
1.
Identifikasi
Minat dan Bakat Anda
Bakat dan
minat adalah sesuatu yang cukup berperan dalam kesusesan kita. Dalam memilih
jurusanpun kita mestinya memilih jurusan yang sesuai dengan bakat dan minat
kita. Yang kadang membuat bingung adalah kita sendiri tidak tahu bakat kita,
betul? Jika begitu, saran saya tinggalkan segala masalah tentang bakat yang
memusingkan itu, berfokuslah pada apa yang kita sukai, karena jika ketika kita
mengerjakan sesuatu yang kita sukai, maka otomatis hasilnya-pun akan baik. Saya
analogikan begini : anda pernah jatuh cinta? Nah, ketika anda telah jatuh cinta
kepada seseorang pasti anda otomatis melakukan apa-apa yang ia sukai, jika anda
perempuan maka anda akan berubah dari yang tidak suka berdandan menjadi
berdandan, dari yang malas berolahraga menjadi senang berolahraga dan lain
sebagainya. Pokoknya : “Jangankan gunung,
samudera akan aku lalui untuk kamu”. Sama, jika anda telah jatuh cinta dengan jursan pilihan anda,
pasti anda akan membuka hati seluas-luasnya untuk berkarya dijurusanmu itu.
Segala halangan dan rintangan akan
diterjang. Tugas, rapat, ulangan semua dilalui dengan baik dan hasilnyapun
menakjubkan, anda lulus dengan predikat lulusan terbaik, anda harus seperti
itu. Perlu diketahui, Mario Teguh-pun pernah mengatakan apa yang saya katakan
tadi. So, tinggalkan segala pikiran “apa
sih bakatku?”, berfokuslah pada apa yang engkau sukai. Pertanyaan
selanjutnya “apa si kesukaanku?” nah
ini dia, kalau orang sudah tidak tahu bakatnya, dan tidak tahu kesukaannya,
susahlah dia untuk mengoptimalkan diri. Tapi tenang saja, pasti ada jalan.
Disini saya akan berusaha menguak apa si
kesukaan anda.
Pada
dasarnya semua orang mempunyai kesukaan dan mempunyai ketidaksukaan, namun
tidak jarang pula orang tidak tahu ia sukanya dimana, padahal ya seperti yang
saya katakan tadi, semua orang mempunyai kesukaan dan ketidaksukaan terhadap
hal tertentu. Untuk mengidentifikasi kesukaan anda, cobalah anda perhatikan hal
berikut.
a.
Ketika anda
pergi ke toko buku, buku mana yang paling sering anda baca-baca.
Anda sering pergi ke toko buku? Coba sekarang mulai
diperhatikan, ketika anda pergi ke toko buku, buku jenis apa yang paling sering
anda baca-baca. Seringkali, ketika saya sedang pergi ke toko buku dengan empat
sahabat yang lain, pasti saya akan “menyangkut”
di buku-buku bagian psikologi umum dan pengembangan diri, sedangkan Arif
pasti berhenti di buku-buku berjenis wirausaha, dan berbeda dengan Ahda dan
Umar, mereka pasti berada di kmpulan buku-buku yang membahas teknologi dan
arsitektur, sedangkan yang terakhir Yudha, dia pasti sedang duduk di bangku
memainkan HP-nya, bukan karena apa-apa, dia adalah orang yang paling benci
untuk membaca buku. Sekarang terbukti bahwa, sekarang Arif diterima di jurusan
Manegement, Ahda diterima di jurusan Teknik Informatika, Umar sekarang sedang memulai karier sebagai pembantu artitek, saya
diterima di jurusan Bimbingan dan Konseling, dan yang terakhir Yudha sedang
berjuang sebagai kapten kapal. Jadi, anda biasa “menyangkut” di buku jenis apa nih?
b.
Ketika
pelajaran di sekolah, manakah mata pelajaran yang paling anda tunggu-tunggu dan
manakah yang paling anda tidak tunggu-tunggu.
Ketika pelajaran di sekolah, sadar atau tidak sadar kita
dihadapkan pada beberapa mata pelajaran yang disukai dan tidak disukai, orang
cenderung mengihndari pelajaran yang tidak disukai, dan sebalinya ia cenderung
mendekat kepada pelajaran yang disukainya. Tulislah semua mata pelajaran yang
anda ampu, lalu coretlah satu persatu mata pelajaran yang anda tidak suka
hingga menyisikkan beberapa mata pelajaran saja yang paling anda sukai dan
paling ditunggu-tunggu. “wah, saya tidak
suka semua mata pelajaran, jadi saya coretin semua deh. Terus aku cocok kerja
apa nih?” tenang, masih banyak pekerjaan yang tidak terlalu menuntut
matapelajaran di sekolah, misalnya adalah fotografer, tour guide, polisi,
tentara dan lain sebagianya, beberapa profesi tersebut tidak terlalu menuntut
mata pelajaran di sekolah. Hanya saja jika anda ingin menjadi seorang polisi
atau tentara, anda harus bisa menjawab soal-soal yang akan diajukan ketika tes,
dan soal-soal tersebut adalah materi yang didapat ketika belajar di sekolah.
Lalu setelah itu yang diperlukan hanyalah fisik yang terjaga dan kecerdasan
emosional.
c.
Coba
Berfikir
Cobalah
mulai sekarang anda berfikir tentang hal apa yang kamu rela lakukan padahal
kamu tidak dibayar untuk itu, bahkan anda mau membayar untuk hal itu. Misalnya
ada orang yang suka dengan dunia komputer, ia senang memperbaiki komputer dan
peralatan elekronik teman-temannya, tanpa dibayar, bahkan ia mau mengeluarkan
uang untuk membeli buku-buku tentang dunia komputer. Jika anda demikian, masuk
saja ia ke jurusan yang mendalami komputer.
Tapi perlu
dipertimbangkan juga teman-teman, jika anda mempunyai uang yang cukup, silakan
datang kepada konselor atau psikolog untuk menjalani tes minat bakat. Dalam tes
tersebut anda akan mengetahui minat dan bakat anda, lalu berkonsultasilah.
Atau dengan
melihat nilai rapot pun anda sebetulnya sudah bisa melihat bakat anda ada
dimana.
2.
Memilih
Jurusan yang Relevan
Dari
beberapa website yang saya baca, ada satu cara yang menurut saya unik untuk
mengidentifikasi apa kesukaan kita dan selanjutnya memilih pekerjaan-pekerjaan
yang sesuai dengan minat kita tersebut. Dalam website tersebut kita disuruh
untuk mengambil kertas kosong, lalu kita menuliskan sesuatu yang kita sukai
dengan tidak membatasi pikiran kita (bebas berfikir sebebas-bebasnya). Setelah
kita selesai menulis hal-hal yang kita sukai tersebut, kita disuruh untuk memperhatikan daftar tadi lalu memberi nomor
(ranking) yang menandakan tingkat kesenangan yang telah ditulis tadi, nomor 1
untuk hal yang paling kita sukai dan berikutnya sampai dengan daftar terakhir.
Setelah semua daftar ternomori, kita disuruh untuk menuliskan 4 jenis
kesenangan yang telah ternomori tadi di lembar yang baru dan selanjutnya kita
membuat daftar profesi disamping kanan 4 jenis kesenangan tersebut, tulis
profesi apa saja yang bisa dilakukan oleh kesenangan yang kita miliki tadi. Finish!
Artinya kita sudah tahu beberapa profesi yang memang ditunjang oleh kesenangan kita.
3.
Ajukan ‘Proposal’ Kepada Orangtua
Setelah
anda yakin kepada pilihan anda, selanjutnya adalah mengajukan proposal anda
kepada orangtua. “Mengapa perlu?” Karena
beliau adalah orang yang akan membiayai kuliah kita. Beliau juga adalah orang
yang lebih tahu tentang segala pehit manisnya hidup, maka jika kita ingin
selamat, taatlah kepada orangtua. Mulai sekarang sempatkanlah waktu khusus
untuk berbincang-bincang dengan orangtua, orang psikologi menyebutnya dengan
Q-Time atau quality time. Hal ini
sangat penting, dimana kita menjadi lebih merasa ada ikatan batin dengan
orangtua apabila kita sering berkomunikasi dengan beliau. Mulailah bercerita
dengan orangtua, tentang keseharian, masalah, dan kesenangan anda, lalu
mulailah membahas masalah karier anda kedepan, jangan sampai anda memilih
jurusan A tanpa sepengetahuan orangtua, ingat
ya sebagian besar orang sukses adalah ia yang berbakti kepada orangtua. Lihatlah
Anies Baswedan atau Joko Widodo, beliau sangat menghormati ibu dan bapaknya.
Kebanyakan mahasiswa berprestasi di berbagai universitas-pun ketika ditanya “siapa motivasi terbesarmu?” hampir semua
mapres tersebut menjawab ibu dan bapak merekalah yang menjadi motivasi terbesarnya.
Begitulah, orangtua bisa membawa kesuksesan yang tak terduga bagi yang
menghormatinya. Rasulullahpun pernah bersabda bahwa amal yang paling utama
adalah shalat tepat waktu, sedangkan amalan paling utama kedua adalah berbakti
kepada orangtua. Jadi, jangan lupa berbakti kepada orangtua dan selalu menjalin
silaturahim dengan orangtua ya. Saya
sudah mengajukan proposal kepada orangtua, namun orangtua menghendaki yang
lain, bagaimana nih? Oke, masalah seperti ini memang sering terjadi, lalu
bagaimana? Cobalah anda lebih meluangkan waktu kepada orangtua, bicara tentang
hal ini dengan baik-baik, ajukan alasan yang kuat mengapa anda ingin di jurusan
tersebut. Saya pun dahulu pernah seperti itu, saya dahulu ingin masuk ke
jurusan peternakan Unsoed, saya ingin masuk jurusan tersebut karena saya
terisnpirasi dari acara televisi yang menceritakan keseharian seorang lulusan
peternakan Unsoed yang bekerja di Australia sebagai pengembang bisnis sapi
disana, kayaknya enak ya bisa hidup disana bersama sapi-sapi yang gemuk dan
rumput yang hijau bersama keluarga disana. Selain itu, ingin masuk jurusan
tersebut karena saya ingin membuat peternakan yang besar di desa saya, sehingga
lapangan pekerjaan di desa saya lebih banyak dan stok daging di desa saya bisa
terjamin. Namun apa daya, ayah saya kurang setuju dengan alasannya yang kuat.
Akhirnya saya pun mengalah, toh saya
juga belum mempunyai alasan yang kuat kala itu. Dan sekarang saya di Unnes
mengambil jurusan BK dengan materi kuliah yang ternyata sangat saya sukai. Jadi,
mulailah menyediakan waktu untuk orangtua, oke?
4.
Perhatikan
Pilihan Kedua
Ketika
memilih jurusan di perguruan tinggi hendaknya anda juga memperhatikan pilihan
yang kedua. Anda boleh saja yakin akan diterima di pilihan yang pertama ketika
SNMPTN, SBMPTN, atau UM, namun jangan sampai karena anda terlalu yakin akan
diterima dipilihan pertama, lantas anda tidak terlalu memikirkan pilihan kedua
dan memilihnya dengan asal-asalan yakni dengan memilih jurusan yang sebetulnya
tidak anda minat. Anda jangan sampai seperti itu. Saya ingatkan, kaka-kaka anda
banyak yang mengalami seperti itu, karena dia terlalu yakin akan diterima dipilihan
pertama, ia tidak lagi memikirkan pilihan kedua, dan yang terjadi apa? Ia
ternyata diterima di pilihan yang keduanya. Yah, mau bagimana lagi? Pilihannya
ada dua yakni : pindah atau berusaha mencintai jurusan. Itu pelajaran dari
kaka-kaka anda dan saya harap anda bisa mengambil hikmahnya.
5.
Dream, Pray
and Action
Jika anda
telah berusaha bermimpi menentukan jalan yang mana, maka tinggal kita berdoa
semoga apa yang kita pilih memang membawa berkah di esok hari, bukan malah
melalikan kita dari amanah Allah. Saya pernah melihat status facebook teman
saya yang isinya sangat bagus, isinya kira-kira begini : jika apa yang kamu harap tercapai namun itu malah membuat kamu lalai
dari Allah, maka itu buka berkah, melainkan bencana. Dan sebalinya, bila anda
ditimpa musibah dan itu malah membuat anda ingat akan Allah, maka itu bukanlah
musibah, melainkan berkah untuk anda. Oke, anda telah bermimpi, maka kata
yusuf mansur setelah kita berimimpi, maka kita harus berdoa lalu berusaha
sekeras-kerasnya mengejar apa yang kita impikan, “dream, pray and acition”.
Selesai, semoga anda bisa
menentukkan langkah. Tetaplah bermimpi yang tinggi, bahagiakanlah orangtua
dengan anda memuliakannya, buktikan bahwa anda bukan orang yang lemah,
berusahalah yang keras, hingga andapun bisa seperti kami, memakai seragam
almamater Universitas yang diimpikan.

Posting Komentar
Posting Komentar